Sampai Jumpa Lagi Ari!

One Piece.

One Piece menceritakan tentang petualangan seorang anak bernama Monkey D. Luffy yang bercita-cita menjadi Raja Bajak Laut dan menemukan "One Piece". Semasa Kecil Luffy memiliki 2 sosok saudara (kakak). Namanya Sabo dan Ace. Naas Sabo trnyata menghilang ketika mencoba berlayar ke lautan. Tersisa Luffy (sang adik) dan Ace (sang kakak) yang selalu bersama hingga mereka berusia 17 tahun dan memulai petualangannya sendiri.

Dalam petualangannya, Ace tertangkap oleh pihak angkatan laut. Luffy datang ke medan perang berniat untuk menyelamatkan kakaknya. Namun setelah berhasil diselamatkan, Ace justru tewas di hadapan adiknya, Luffy.

Luffy mengalami luka yang sangat mendalam. Baik itu fisik, mental, batin dan perasaannya.


- - - - - - - - -

Yang anda baca barusan adalah cuplikan kisah fiksi favorit saya. Dan anehnya barusan terjadi pada hidup saya. Tepatnya 9 Maret 2021. Adek sepupu saya meninggal dunia. Tidak ada tanda apa-apa. Hanya sakit maag selama 3 hari dan keluhan demam. Ketika saya antar balik ke rumah (Pasuruan), sudah ke dokter dan memastikan obat, sudah pijat dan mengirim foto di grup keluarga. Yaah semua keadaan akan normal pada umumnya karena adek saya sudah sehat. Keesokan harinya tiba tiba adik saya meninggal dunia.

Persis ketika Luffy datang menyelamatkan Kakaknya Ace ketika akan dihukum mati. Luffy berhasil menyelamatkan kakaknya, dan rasanya cerita akan berakhir bahagia. Tapi siapa yg menduga bahwa Kakaknya mati untuk melindungi sang adik.

Ketika berita sudah menyebar, semua orang tentu saja kaget. Apalagi saya yg waktu itu sedang rapat tiba2 memutuskan berhenti karena shock melihat foto jenazah adek saya di grup wa keluarga.

Akhirnya, berdasarkan keputusan Ibuk saya. Kami serumah memutuskan untuk Swab Test. Menduga duga keburukan, mungkin adek saya terkena covid. Trnyata hasilnya negatif semua. Adik saya memang selama mengeluh sakit selalu menggunakan masker di rumah dan mngunci pintu kamar. Good job brother.

--------------

Malam harinya saya meriang kesakitan. Memang sudah sejak kemaren pasca saya mengantar adek saya pulang. Hingga akhirnya ba’da subuh saya masuk rumah sakit dan diopname selama 5 hari. Diagnosa dari dokter bilang kalo saya terkena bronkitis + Demam berdarah + kekurangan cairan. Wow. Keren jg gue 




Dann yaaa, persis dengan Luffy. Saya masih nangis2, masih susah sekali menerima kenyataan bahwa, saudara saya meninggal dunia.

Begitu bersyukurnya bahwa Kematian dalam perspektif Islam tidak semengerikan itu. Lagipula memang kehidupan masa depan manusia akan berawal disana bukan. Masa depan itu bukan masa ketika kita berkeluarga. Itu namanya masa dewasa. Masih ada yg lebih ‘depan’ lagi yaitu masa tua. Masa tua juga masih akan ada ‘depan’nya lagi kalo diberi umur plus plus sama Allah.

Masa depan menurut saya ya masa yang “paling” depan. Artinya sudah tidak ada masa-masa lagi di depannya. Yah apalagi kalo bukan akhirat. Jadi sudah pasti kematian di dalam Islam itu cuman pisah sementara. Pisah dimensi yg berbeda tentunya.

Dan tanda-tanda kematian yg khusnul khotimah juga sangat terpampang pada kisah adik saya. Kata Ibuknya (tante saya) seblum adek saya meninggal, malamnya kesusahan tidur, melihat hal hal ghoib disekitarnya.

“Buk, ibuk percoyo nggak.. aku saiki isok ndelok setan. Iku maeng onok arek cilik sumuken ndek ngarep wes tak kei duwek tak kongkon tuku kipas”
(buk, ibuk percaya ngga, aku sekrang bisa lihat setan. Itu tdi ada anak kecil kayaknya kepanasan di depan. Sudah tak kasih uang buat beli kipas angin)

“Buk, aku gaisok turu buk. Nek aku merem iku kok diparani wong akeh ndek ngarep”
(buk aku nggabisa tidur, kalo aku mejamkan mata itu tiba tiba banyak orang di depan)

Hingga keesokan paginya kondisi adik saya jg semakin krtis. Dipanggilkan tukang pijat dekat dusun. Dan hari itu sudah terlihat bahwa memang akan dijemput.

“Buk bukakno pintue, onok Ayah ndek ngarep”
(Buk, bukakan pintunya, ada ayah di depan)

---------

Btw, Adek saya sudah yatim sejak kecil. Ayahnya juga meninggal tiba2 karena serangan jantung. Dulu sejak kecil, Ayah adek saya (Om) yg menginspirasi saya mengoleksi komik. Saya selalu ikut nimbrung ketika diajak membaca donal bebek dan paman gober di jaman itu. Persis seperti Luffy, yang terinspirasi menjadi Raja Bajak Laut dari mendiang Ayah Kakaknya, Ace.

---------

Ketika kondisi sudah kritis dan adek saya masih dipijat, adek saya sempat berpamitan. 

“Wes pak, tak istirahat sek.” 

Dan ketika sudah sakaratul maut, Ibunya sempat menuntun menyebut kalimat tahlil sampai nyawanya tercabut.

Siapa coba yang tidak merinding?! Sungguh cerita yg luar biasa ketika saya mendengar dari ibunya langsung.

Setiap malam selalu penuh dengan jamaah tahlil sampe memenuhi jalan-jalan disekitar area dusun. Teman-temannya berdatangan dengan banyak sekali berita-berita gembira. Dari  mulai sahabatnya yg selalu mengantar pulang, teman2 himpunan, sampai yg saya terkagum.. ada satu teman kuliahnya yg sudah berkeluarga datang dengan mengucapkan terima kasih ke ibunya. Ia bercerita kalau ekonominya sedang kesulitan, dan ketika bercerita ke Ari (adek saya) ini, adek saya berniat membantunya dengan uang bidik misinya yg tidak seberapa itu. Katanya membantu untuk modal usaha si masnya. Bayangkan betapa luar biasanya hatinya.

Adek saya sendiri sj mana punya banyak uang. Tapi masih berbesar hati buat ngebantu orang lain. masyaAllaah.

Masih banyak keajaiban2 lain yang belum terceritakan. Hingga akhirnya keajaiban itu datang pada saya sendiri.

Saya dipertemukan di mimpi, bertemu adek sy sudah empat kali. Kali yang kedua dan keempat adalah hal yg benar bnar ajaib bagi saya pribadi.

Setelah seminggu saya opname di rumah sakit bertepatan malam ke-7 adek saya meninggal dunia. Dimana malam ketujuh dalam islam adalah tahlil hari terakhir. Paginya saya terbangun karena mimpi. Saya bermimpi diajak oleh adik saya membagikan berkat nasi ke rumah temen-temen saya.

“tolong doakan adek saya yaa... tolong doakan ya..” sambil membagikan nasi bersamanya. Kemudian adek saya pamit duluan dan masuk rumah. Sedangkan saya masih lanjut membagikannya sampai akhirnya saya berada di depan rumahnya (Pasuruan). Eh trnyata itu ajakan adek saya untuk berkunjung di hari ketujuhnya :) Yah alhamdulillah saya bisa datang dan bahkan sampai di makamnya.


(Tradisi disana kalo jenazah masih perjaka dikasih pohon pisang trus sambil ngelepas ayam betina muda)


Mimpi yang keempat bertepatan di hari ini. 11 Juni 2021. Hari dimana adek saya berulang tahun. Harusnya sekarang umurnya menginjak 20. Sepulang saya dari mushola subuh itu, saya tertidur lagi di ruang tamu dengan kasur kecil. Tiba tiba adik saya datang. Dan kejadiannya, kondisinya persis sekali sebelum saya tertidur. Yaitu di ruang tamu.

Kami berbincang, dan kemudian mencoba eksperimen. “Coba Ar. Tak foto.... (cekrik). Loh! Awakmu gaonok ar, nyoh gaketok” Adek saya datang subuh itu mungkin ngingetin saya bahwa hari ini dia ultah. Saya pun menyuruhnya untuk mengambil hp. Mengajaknya bermain game/ nonton One Piece atau apalah itu.

Hingga kemudian ketika dia sudah menemukan hapenya dan duduk bareng di kasur kecil itu, saya menanyakan hal yang cukup unik dan saya merasa bahwa dia benar-benar Ari.


Yaopo Ar rasane nak suwargo? Opo awamu nak alam barzah sek?
(Gimana Ar rasanya di Surga? Apa kamu skrng masih di alam barzah?

-    -  Yo ngono mas, ngkok awakmu yo ngerasakno kok. Ya Alhamdulillah omahku guwede koyok istana. Duwekku uwakeh mass!
(Ya begitu mas, nanti kamu ngerasain kok. Alhamdulillah rumahku besar banget kayak istana. Duitku banyak banget mass!)

Wuih wenak lakan yo, terus awakmu nak kono yo isok hapean ta haha
(Wuh enak banget ya, trus kamu disana bisa main hape ta)

-      -   Bendino yo hapean terus akuu
(Tiap hari ya maen hape aku)

Terus pas awakmu meninggal dino pertama iku, iku awakmu sadar nggak? Yo keliling keliling ngono ta? Opo yaopo rasane?
(Waktu hari pertama meninggal? itu kondisi sadar? rasanya gimana?)

-   Yo pas langsung bari meninggal iku aku ndeloki awakmu nak ruang tamu ketemu koncoku kan mbek nangis-nangis hahahaha! Ambek pas awakmu sholat sisan yaAllahh.. yaAllahh.. nangis2 ngono kan Hahahah (sambil mempraktekkan adegan sholatku sambil bergurau)

HAHAHA, yowes alhamdulillah Ar sek isok ngobrol ngene, ketemuan terus seminggu pisan koyok ngene yo! Ngobrol ngobrol mbek aku!

 

*LHAP*

Tiba tiba pagi itu saya langsung terbangun dalam kondisi sudah menangis. Tangisan saya makin menjadi jadi ketika kakak saya mengingatkan bahwa hari ini adalah hari ulang tahunnya

------------

Percaya tidak percaya kalian pasti pernah mendengar cerita orang-orang yang akan meninggal bukan. Mungkin ada permintaan2 aneh, atau sudah melihat hal-hal aneh. Boleh saja percaya memang ternyata sebagian ruhnya sudah bersiap ke dimensi yg berbeda. Makanya bisa melihat hal hal yg serupa karena memang “dekat” dengan dimensi itu. Bisa jadi kalo berpikir ilmiah, ketika jantung sudah melemah, kadar oksigen ke otak juga pasti turun. Makanya lumrah terjadi ketika imajinasi-imajinasi itu terbentuk. Melihat hal hal anehlah, dan lain lain. Seperti kisah adik saya di atas ketika dalam kondisi kritis. Mau percaya yang pertama? atau berpikir ilmiah? Silahkan. Yang jelas kita juga pasti akan mendapat giliran. 

Skarang adik saya sudah dapet golden ticket. Katanya rumahnya guede, uangnya banyak hahaha. Ini seakan akan tamparan buat saya apalagi kalian wahai pembaca yg lagi di umur 20an.

Lagi rame "umur 25 punya tabungan minimal 100 juta." Hmmm. Kalo adek saya tau, palingan jawab kayak gini:

“lealah 100 juta iku suitik mas, mending umur 25 punya tabungan amal baik buat akhirat. Deloken aku. Umurku 20. Omahku saiki gede, duwekku akeh hahaha”

------------

Terima kasih Ari sudah mengajari mas mu ini menjadi contoh kakak yg baik. Saya rasa, insyaAllah sy bisa menjadi figur yg baik dalam urusan “hobi”. Saya suka baca buku, suka nulis, nggambar, basket, futsal, dll. Dan adek saya pun selalu meniru apa yg saya lakuin. Kadang sering pinjam buku saya dan ngereview bukunya, sama sama suka Naruto, One Piece, dan bahkan adek saya juga ngeblog kayak saya Hahaha. Silahkan mampir rek: ilhamjauhari2.blogspot.com

Memang saya dan adek saya bukanlah saudara kandung. Tapi apalah gunanya ikatan darah kalo soal cinta dan kasih sayang aja udah melebihi itu. Kadang cinta kan emang bukan dari garis keturunan keluarga. Cinta tu emang datang karena saling memberikan kasih sayang. Dan intensitas “saling” itu seakan akan membentuk format “keluarga” .

Seperti yg lagi saya alami setaun terakhir ini. Saya tiba tiba bisa sesayang itu sama orang lain yg bahkan bukan dari keluarga saya sendiri. Bahkan beda keluarga. Bahkan beda kota, baahkan beda provinsi, bahkan beda jurusan. Yah sebelahan sih wkwk. Tapiiiiiiiiiiii saya bisa sesuwayang itu sama mba mba wakahima ini. Oke cukup. nanti orangnya marah kalo saya ngmongnya lebih cringe dari ini WKWKWK. 

 

Terakhir permohonan dari saya buat pembaca saya yg Muslim. Tolong lantunkan surat Al Fatihah buat adek saya. Dan kemudian lanjutkan Fatihah berikutnya untuk Rosulullah SAW, lalu Ayah anda, dan kemudian 3x Fatihah buat Ibu anda.

 

Terima Kasih Ar. Semoga di Surga ada koneksi Wi-Fi supaya bisa baca ini Haha

Selamat Ulang Tahun dan Sampai jumpa lagi, Ilham Jauhari!

(Lahul Fatihah)




Posting Komentar

2 Komentar

  1. Gak bisa gak nangis pas baca ini, jadi keinget mimpi pertama ketemu ayah. Bangun2 udh 'derodosan' karena nangis. Sadar kalo roommate kebangun karena suara tangisanku, tapi ttp gak bisa berhenti nangis karena sebahagia itu ketemu setelah 3 bulan beda alam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah masih kangen ituuu :)) Al-Fatihah buat almarhum ayah mas/mba anonim. Semoga mendapatkan tempat yang layak oleh Allah swt. Aamiin

      Hapus